Sendiri

Disini kududuk sendiri
menanti pagi yang tak pernah mati
Terkenang…bayang wajahmu
Terlelap di bawah bintang semu

Secercah asa, yang selalu terasa
Terkulai lemah, berharap buai
Terjerat hangat mentari, waktu sepi
Tak pernah mati, tak abadi

Aku masih disini, sendiri
Mendengar angin berbisik, merasa terusik
Semut berbaris, dan menangis
Anjing jalanan, kesepian

Kisah yang tertulis dengan tinta putih
tak pernah terjadi, tak ingin kualami
Hidup hampa yang terbuai oleh satu kata

Cinta…

Maaf. itu kata untuk hati
yang meminta, merintih, memohon sebuah hati
“Salah sendiri kenapa kemari?”
Kediri seorang penyendiri

Disini aku terus menanti.

0 Comment:

Poskan Komentar