Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sebuah syair

Sebuah nota tersirat dari sebuah perasaan yang terjerat tanpa ada ikatan, tanpa ada haluan
Kini semua syair telah luruh oleh terpaan hujan yang tak berhenti ketika ku tatap angkasa dengan awan begumul
Amarah
Kecemburuan yang tak terbendung menghadirkan sebuah sajak tanpa tujuan
Entah untuk apa, entah untuk siapa
Semua ini hanya mengingatkan nostalgia yang tak terekam
Terhapus oleh ego tanpa perasaan
Hitam kelam, itu warnanya
Sebuah keputusan yang tepat yang sangat terlambat di sesali, apalagi di tangisi
Tinggal harapan kosong akan indahnya dicintai
Dengan tulus
Kala waktu itu ku memilih untuk berbicara
Ditemani suara gemuruh badai hingga tak terdengar
Karena sebuah alasan yang tak perlu dijadikan halangan
Jalan yang telah terbelah oleh status ego kedangkalan
Tanpa makna
Aku tenggelam tersisih termaki
Oleh hantaman pendirian dan harga diri yang sudah terpatri
Buah dari harapan dan kekecewaan yang bernyanyi dalam hati
Yang tengah telentang mati
Kini
Hanya ada diri yang mulai berlari
Kabur dari kenyataan
Kabur dari kehampaan
Kabur dari kesendirian
dan
Kabur dari kesepian

18 Desember 2010 di sudut kamar kosan itu

Sendiri

Disini kududuk sendiri
menanti pagi yang tak pernah mati
Terkenang…bayang wajahmu
Terlelap di bawah bintang semu

Secercah asa, yang selalu terasa
Terkulai lemah, berharap buai
Terjerat hangat mentari, waktu sepi
Tak pernah mati, tak abadi

Aku masih disini, sendiri
Mendengar angin berbisik, merasa terusik
Semut berbaris, dan menangis
Anjing jalanan, kesepian

Kisah yang tertulis dengan tinta putih
tak pernah terjadi, tak ingin kualami
Hidup hampa yang terbuai oleh satu kata

Cinta…

Maaf. itu kata untuk hati
yang meminta, merintih, memohon sebuah hati
“Salah sendiri kenapa kemari?”
Kediri seorang penyendiri

Disini aku terus menanti.

Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain?,

Apakah salah jika aku ingin memiliki seseorang yang sudah mencintai orang lain?,

Apakah salah jika aku merindukan seseorang yang tidak pernah mengharapkanku?,

Apakah salah jika aku mengharapkan seseorang yang tidak merindukanku?,

Apakah salah jika aku berpaling dan pergi dari dirinya?,

Apakah aku salah?,

Apakah ini yang dinamakan Cinta Terlarang?,

Aku tidak tahu,

Aku bingung dan sendiri,

Adakah yang bisa menjawab?

Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

Untuk Ibu

Cinta : sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

By : Kahlil Gibran

Bidadariku

Kau datang saat ku jemu

Kau datang saat ku layu

Kau datang saat ku rindu

Rindu seorang pria berharap cinta kan datang menemaniku

Kau datang dengan tawa, canda, dan senyuman

Berikan sebuah cahaya menyilaukan

Saat itu ku bahagia ku tertawa

Walau ku hanya diam

Bibirku kelu saat kau bicara

Badanku kaku saat kau mengayunkan tongkat cintamu

Dan hatiku luluh saat kau kepakan sayapmu

Indah…itulah yang aku rasakan saat itu

Nikmat dunia bukanlah suatu perkara yang kupikirkan

Hanya dirimu yang kurindu

Masa yang indah

Masa yang susah

Masa yang bahagia

Masa yang terluka

kita lalui bersama tanpa derita

Karena ku punya rasa yang selalu berbunga

Namun kau telah pergidengan berkata ” Aku akan pulang ke khayangan tempatku bukan disini, Aku akan pergi ”

Ku menangis dan berkata ” Kenapa? Kenapa kau pergi saat kita bersatu ?”

“Ada yang menunggu ku disana, yaitu kekasihku yang sedang merinduku, aku harus pergi”

Lalu ku berteriak,

ku menangis,

sekali lagi kuberharap kan ada bidadari yang menemaniku, Namun untuk kali ini ku berharap dia mencintaiku”

Cerita Kita

Telah datang suatu masa

masa yang indah

dimana setiap hembus angin sangatlah berarti

dan aku bahagia saat matahari mulai menyinari bumi

dan aku bersedih saat ia digantikan oleh bulan

masa saat malam terasa hangat dan pada saat siang terasa sejuk

lalu ku berpikir ” apa yang telah Kuperbuat?”

kutatap bintang dan pandanganku tertarik padamu dan kuralat kata-kataku

dan ku berkata “apa yang telah kau perbuat?”

saat hujan datang kau menghangatkanku

saat badai datang padaku

kau berkata ” tenanglah masih ada diriku disini”

waktu pun berhenti seketika itu pula ku sadari bahwa kau peri hidupku

disaat sayapmu terluka kan kuobati dengan ramuan yang bernama cinta

Namun disaat kuterlelap kau pergi dariku

meninggalkan ku dengan kisah bersamamu

kisah seorang anak manusia yang selalu berharap

harapan yang selalu dikenang

Dan disaat ku teringat cerita kita aku berkata ” Peri kecilku terbanglah setinggi-tingginya karena kita berbeda dan kau pantas berada dikhayangan maafkan aku yang pantas disana untuk bersamamu”

Arti Cinta

Banyak orang yang menafsirkan arti cinta…

Dari Kahlil gibran, Chairil anwar, Guru Bahasa, Sampai Pengamen Jalanan

Tapi Menurutku cinta itu sebuah kisah…

Kisah yang terbuat dari tinta persahabatan yang digoreskan di suratan takdir setiap insan…

Cinta sejati akan tertulis jika seorang manusia menemukan inspirasi dan hikmah hidupnya sendiri…

Dan dia akan berusaha agar goresan setiap makna, rasa dan arti dari cinta takkan terhapus dari lembaran-lembaran kehidupan…

Namun cinta sejati tidak akan tecetak disaat pulpen kasih sayang telah lenyap…

Saat tinta persahabatan telah bocor kau akan merindukannya..

Saat pulpen kasih sayang telah patah ia akan merobek semua cinta yang telah terukir…

Namun saat cinta telah dimiliki ia akan digenggam erat hingga ia menjadi lusuh dan tergores-gores disaat itu ia akan menangis dan meminta terlepas dari semua ini

KARENA CINTA TIDAK BISA DIMILIKI DAN IA AKAN MEMANCARKAN INDAH NYA dengan IKHLAS

Takdir

Sejak awal kurasa
kau bukanlah apa-apa,
kau bukanlah siapa-siapa
Kau bukan dewi yang bisa mengabulkan setiap permohonan,
Kau bukan putri yang mempunyai segalanya,
Kehadiranmu di hidupku merubah segalanya

Kau begitu indah
Begitu terasa…

Namun,
Bumi terus berputar
waktu pun terus berlalu,
kurasakan getar di hati
kucoba pahami rasa yang mengahampiri

apa ini?
aku tak tahu
baru pertama kali kurasakan rasa ini
perasaan ini..
apakah ini…

CINTA

Tuhan…
apa yang sebenarnya engkau rencanakan?
Apa yang sebenarnya akan terjadi?

Jadi
ku pergi jauh untuk ini?
kutinggalkan semua hanya untuk ini?

untuk mengenal “dia”
untuk mengetahui “dia”
untuk mencintai “dia”

tapi
kenapa harus dia
dia menyakiti ku
mungkin ini maksud dari semuanya
agar aku merasakan sakit hati

dan aku menyerah rasa ini terlalu sakit
ku terjatuh dan pasrah
disaat itulah kau mengulurkan tangan

ku bangkit
ku lanjutkan hidup
kuterdiam dan berpikir

apa yang sebenarnya ada di hatimu
tolong berikanlah jawaban
sebab mungkin semua akan terlambat

Sekapur Sirih Puisi

Puisi, puisi dan puisi, gw suka banget sama puisi, gak tau karena penempatan kata-katanya yang keren ato isinya yang dalem banget, yang jelas gw suka aca dan bikin puisi, emang sih puisi gw gak sebagus karya W.S Rendra ataupun penyair lainnya, tapi gw bakal bikin dan ngepost kumpulan puisi sebagus mungkin yang menurut gw emang begitulah puisi gw yang ngegambarin isi hati gw (alah ).

Di keseluruhan post gw mungkin 90% dari semua puisi yang ada itu adalah Puisi Cinta, gak tau kenapa gw yang jomblo ini seneng banget sama puisi cinta dan lebih gampang bikin puisi cinta walaupun gw blom pernah tuh ngerasain di cintai seseorang ( curcol dikit :P ) a.k.a pacaran. Tapi gw yakin kalo mencintai seseorang dan dicintai itu hak seseorang dalam hidupnya selama dia masih punya hati. Gw gak abis pikir kalo ada orang ngomong " Persetan dengan cinta! " atau " Cinta itu boong gak ada yang asli adanya juga cuman nafsu doang! ", gw yakin orang-orang yang ngomong kayak gitu pasti abis diputusin ato nggak pujaan hatinya di rebut orang, but come on, jangan salahkan cinta, tapi salahkan diri kalian sendiri kenapa gak menghargai mereka, cinta itu sebenernya sederhana, gak lebih rumit daripada politik Indonesia sekarang yang kesemuanya udah dikendaliin sama nafsu dan duit. Coba aja pemimpin Indonesia yang sekarang kayak Nabi Muhammad SAW yang bisa memimpin umatnya walau dalam keadaan susah dan di bawah ancaman pembunuhan oleh para kafir tapi dia tetap tegar dan memimpin umatnya dengan adil.

Ok, segitu aja sekapur sirihnya, walaupun mungkin gw gak tau kenapa namanya sekapur sirih, padahal gak ada kapur apalagi sirihnya, hehehe at last enjoy the poetry ^_^